RSMH Gelar Pembinaan Warga Sekitar Tentang Pengelolaan dan Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga Secara Ramah Lingkungan
RSMH Palembang Gelar Pembinaan Warga Sekitar Tentang
Pengelolaan dan Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga Secara Ramah Lingkungan
Dalam kegiatan ini, masyarakat mendapat edukasi langsung
dari pihak rumah sakit mengenai pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga yang
baik dan benar, serta bagaimana mengolah limbah tersebut menjadi sesuatu yang
bermanfaat. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program tanggung jawab
sosial rumah sakit (CSR) yang berfokus pada pembangunan kesadaran masyarakat
terhadap isu lingkungan.
Rombongan
warga disambut dengan hangat oleh Suhaimi (Humas RSMH) dan jajaran Tim Kesehatan Lingkungan) .
Dalam sambutannya, Suhaimi mengungkapkan apresiasi dan terima kasih kepada
warga yang telah meluangkan waktu untuk hadir. Ia menekankan bahwa kegiatan ini
bukan sekadar pembinaan teknis, melainkan juga bagian dari upaya mempererat
tali silaturahmi antara rumah sakit dengan masyarakat sekitar.
Ia juga menjelaskan bahwa rumah sakit merupakan tempat
dengan risiko tinggi terhadap keselamatan dan kesehatan, tidak hanya bagi staf
medis dan pasien, tetapi juga bagi lingkungan sekitar. Karena itu, RSMH
memiliki tanggung jawab untuk mengelola limbahnya dengan baik sekaligus
mengajak masyarakat sekitar turut berpartisipasi dalam pengelolaan limbah rumah
tangga secara mandiri.
Selanjutnya
Tim Kesehatan Lingkungan RSMH memberikan pemahaman kepada
warga tentang perbedaan antara limbah organik dan anorganik, serta bagaimana
cara memilah dan mengolahnya agar dapat digunakan kembali. Limbah rumah tangga
yang biasanya dianggap tidak berguna, seperti cangkang telur, kulit buah, sisa
sayuran, dan daun kering, ternyata bisa diolah menjadi pupuk alami yang berguna
untuk tanaman.
"Kami ingin mengajak Bapak dan Ibu
sekalian untuk lebih bijak dalam mengelola limbah rumah tangga. Mari kita ubah
cara pandang bahwa sampah itu bukan sekadar dibuang, tapi bisa menjadi berkah
jika dikelola dengan benar," terang salah satu anggota Tim Kesehatan Lingkungan saat
memberikan penyuluhan.
Warga diperkenalkan dengan berbagai metode pengolahan
limbah, seperti:
·
Pembuatan pupuk kompos dari
sisa sayur, daun kering, dan sisa makanan.
·
Pembuatan pupuk cair atau eco
enzyme dari kulit buah dan air gula.
·
Pemanfaatan cangkang telur
menjadi pupuk kaya kalsium untuk tanaman.
·
Pembuatan lilin dari
minyak jelantah bekas pakai sebagai alternatif energi.
Melalui kunjungan ini, warga diajak untuk melihat secara
langsung bagaimana proses pengolahan limbah dilakukan dengan sederhana namun
efektif, bahkan dapat diaplikasikan di rumah masing-masing dengan biaya minim
dan hasil maksimal. Pendekatan ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat
kemandir
ian dan inovasi warga dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan
sehat.
Kegiatan
ini tidak hanya menjadi ajang edukasi, tetapi juga bagian dari kontribusi RSMH
terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs),
terutama pada aspek lingkungan hidup. Upaya pengelolaan limbah rumah tangga
sejalan dengan target SDG ke-11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan), ke-12
(Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), dan ke-13 (Penanganan Perubahan
Iklim).
Kegiatan
ini mendapat respon positif dari warga. Mereka menyampaikan apresiasi dan rasa
terima kasih atas ilmu yang dibagikan, serta berharap kegiatan serupa dapat
dilakukan secara rutin agar masyarakat terus mendapat pendampingan dalam
mengelola limbah rumah tangga.
Ketua RT 26 juga menyampaikan harapannya agar kegiatan
ini menjadi awal dari kolaborasi yang lebih intens antara RSMH dan warga
sekitar. Ia menyarankan agar dibentuk komunitas kecil pengelola limbah tingkat
RT yang nantinya dapat menjadi pelopor gerakan lingkungan di wilayah mereka.
Dengan
terlaksananya kegiatan ini, RSMH Palembang menunjukkan peran aktifnya sebagai
rumah sakit yang tidak hanya fokus pada pelayanan kesehatan, tetapi juga peduli
terhadap lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Melalui pendekatan edukatif
dan partisipatif, RSMH berhasil membangun hubungan harmonis dengan masyarakat
sekitar sekaligus mendorong terciptanya budaya bersih, sehat, dan
berkelanjutan.
Pembinaan ini bukan akhir, melainkan awal dari langkah
besar untuk menciptakan perubahan nyata di lingkungan sekitar. Diharapkan,
kegiatan ini mampu menginspirasi institusi lain untuk mengambil peran serupa
dalam upaya menjaga kelestarian bumi melalui tindakan-tindakan sederhana namun
berdampak besar
(Doc Humas RSMH)


.jpeg)

.jpeg)
Komentar
Posting Komentar