Langsung ke konten utama

RSMH Gelar Pembinaan Warga Sekitar Tentang Pengelolaan dan Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga Secara Ramah Lingkungan

RSMH Palembang Gelar Pembinaan Warga Sekitar Tentang Pengelolaan dan Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga Secara Ramah Lingkungan

 

 

Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian lingkungan dengan menggelar kegiatan edukasi dan pembinaan kepada masyarakat sekitar, khususnya warga RT 26 RW 08, Lorong Makmur, Kelurahan Sekip Jaya, Kecamatan Kemuning. Kegiatan ini diselenggarakan pada Senin, 23 Juni 2025, di area Bank Sampah RSMH Palembang dan dihadiri oleh Ketua RT, perwakilan warga, serta Tim K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) RSMH.

 

Dalam kegiatan ini, masyarakat mendapat edukasi langsung dari pihak rumah sakit mengenai pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga yang baik dan benar, serta bagaimana mengolah limbah tersebut menjadi sesuatu yang bermanfaat. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial rumah sakit (CSR) yang berfokus pada pembangunan kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan.

 

Rombongan warga disambut dengan hangat oleh Suhaimi (Humas RSMH) dan jajaran Tim Kesehatan Lingkungan) . Dalam sambutannya, Suhaimi mengungkapkan apresiasi dan terima kasih kepada warga yang telah meluangkan waktu untuk hadir. Ia menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pembinaan teknis, melainkan juga bagian dari upaya mempererat tali silaturahmi antara rumah sakit dengan masyarakat sekitar.

 

"Kehadiran Bapak dan Ibu hari ini sangat kami hargai. Ini adalah wujud kebersamaan dan sinergi yang kami bangun bersama warga sekitar untuk menciptakan lingkungan yang sehat, harmonis, dan saling mendukung," ujar Suhaimi.

 

Ia juga menjelaskan bahwa rumah sakit merupakan tempat dengan risiko tinggi terhadap keselamatan dan kesehatan, tidak hanya bagi staf medis dan pasien, tetapi juga bagi lingkungan sekitar. Karena itu, RSMH memiliki tanggung jawab untuk mengelola limbahnya dengan baik sekaligus mengajak masyarakat sekitar turut berpartisipasi dalam pengelolaan limbah rumah tangga secara mandiri.

Selanjutnya  Tim Kesehatan Lingkungan RSMH memberikan pemahaman kepada warga tentang perbedaan antara limbah organik dan anorganik, serta bagaimana cara memilah dan mengolahnya agar dapat digunakan kembali. Limbah rumah tangga yang biasanya dianggap tidak berguna, seperti cangkang telur, kulit buah, sisa sayuran, dan daun kering, ternyata bisa diolah menjadi pupuk alami yang berguna untuk tanaman.

"Kami ingin mengajak Bapak dan Ibu sekalian untuk lebih bijak dalam mengelola limbah rumah tangga. Mari kita ubah cara pandang bahwa sampah itu bukan sekadar dibuang, tapi bisa menjadi berkah jika dikelola dengan benar," terang salah satu anggota Tim Kesehatan Lingkungan saat memberikan penyuluhan.

Warga diperkenalkan dengan berbagai metode pengolahan limbah, seperti:

·         Pembuatan pupuk kompos dari sisa sayur, daun kering, dan sisa makanan.

·         Pembuatan pupuk cair atau eco enzyme dari kulit buah dan air gula.

·         Pemanfaatan cangkang telur menjadi pupuk kaya kalsium untuk tanaman.

·         Pembuatan lilin dari minyak jelantah bekas pakai sebagai alternatif energi.

 

Setelah sesi penyuluhan, rombongan warga bersama im Kesehatan Lingkungan RSMH melakukan peninjauan langsung ke beberapa titik lokasi di RSMH yang sudah mengimplementasikan pengelolaan limbah rumah tangga. Mereka melihat proses pembuatan pupuk cangkang telur, fermentasi kulit buah menjadi pupuk cair (eco enzyme), serta komposting dari bahan organik seperti daun dan sisa makanan.

 

Melalui kunjungan ini, warga diajak untuk melihat secara langsung bagaimana proses pengolahan limbah dilakukan dengan sederhana namun efektif, bahkan dapat diaplikasikan di rumah masing-masing dengan biaya minim dan hasil maksimal. Pendekatan ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat kemandir
ian dan inovasi warga dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

 

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang edukasi, tetapi juga bagian dari kontribusi RSMH terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), terutama pada aspek lingkungan hidup. Upaya pengelolaan limbah rumah tangga sejalan dengan target SDG ke-11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan), ke-12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), dan ke-13 (Penanganan Perubahan Iklim).

 

Selain itu, RSMH Palembang juga menerapkan prinsip-prinsip dari ISO 14001:2015, sebuah standar internasional tentang sistem manajemen lingkungan. Salah satu poin penting dalam standar ini adalah keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat, dalam pengelolaan lingkungan.

 

Kegiatan ini mendapat respon positif dari warga. Mereka menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas ilmu yang dibagikan, serta berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara rutin agar masyarakat terus mendapat pendampingan dalam mengelola limbah rumah tangga.

 

Ketua RT 26 juga menyampaikan harapannya agar kegiatan ini menjadi awal dari kolaborasi yang lebih intens antara RSMH dan warga sekitar. Ia menyarankan agar dibentuk komunitas kecil pengelola limbah tingkat RT yang nantinya dapat menjadi pelopor gerakan lingkungan di wilayah mereka.

"Kami siap mendukung dan menggerakkan warga untuk mulai memilah sampah dan memanfaatkannya. Semoga ini bisa jadi contoh baik untuk RT lain," ungkap Ketua RT dengan penuh semangat.

 

Dengan terlaksananya kegiatan ini, RSMH Palembang menunjukkan peran aktifnya sebagai rumah sakit yang tidak hanya fokus pada pelayanan kesehatan, tetapi juga peduli terhadap lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, RSMH berhasil membangun hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar sekaligus mendorong terciptanya budaya bersih, sehat, dan berkelanjutan.

 

Pembinaan ini bukan akhir, melainkan awal dari langkah besar untuk menciptakan perubahan nyata di lingkungan sekitar. Diharapkan, kegiatan ini mampu menginspirasi institusi lain untuk mengambil peran serupa dalam upaya menjaga kelestarian bumi melalui tindakan-tindakan sederhana namun berdampak besar

 

(Doc Humas RSMH)





Komentar