Langsung ke konten utama

RSMH Palembang Siap Jalankan Pelayanan KRIS

RSMH Palembang Siap Jalankan Pelayanan KRIS

Rampung, 1 Desember 2025

 

PALEMBANG – Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang memastikan kesiapannya dalam menerapkan kebijakan Kamar Rawat Inap Standar (KRIS) yang ditargetkan mulai berlaku secara nasional pada 1 Desember 2025. Direktur Utama RSMH,   dr Siti Khalimah SpKJ MARS menyampaikan bahwa proses persiapan telah mencapai 60 persen, dan sisanya ditargetkan rampung tepat waktu melalui pembangunan gedung baru khusus KRIS.

“Kami memastikan bahwa pelayanan KRIS akan rampung sepenuhnya 100 persen pada         1 Desember 2025,” tegas dr Siti Khalimah dalam acara Forum Konsultasi Publik Kesiapan RSMH dalam Menjalankan KRIS yang digelar di lantai 8 Gedung Graha Eksekutif, Senin (3/9).

Pembangunan gedung khusus KRIS merupakan langkah besar yang diambil oleh RSMH untuk memenuhi 12 indikator standar KRIS, antara lain ventilasi, pencahayaan, kamar mandi dalam, kepadatan ruang, hingga fasilitas outlet oksigen dan bel panggilan. “Ini bagian dari komitmen kami meningkatkan kualitas layanan rawat inap bagi pasien BPJS Kesehatan, terutama kelas 3 yang akan dialihkan ke KRIS,” jelasnya.


 

Investasi Rp170 Miliar untuk Gedung 9 Lantai

Untuk memenuhi standar tersebut, RSMH Palembang menggelontorkan dana investasi sebesar Rp170 miliar, yang digunakan untuk membangun gedung khusus KRIS dengan 9 lantai. Pada 2024, struktur bangunan telah selesai dibangun dengan anggaran sekitar Rp50 miliar, dan proses finishing yang berlangsung sepanjang 2025 menelan biaya sekitar Rp120 miliar.

“Dananya murni berasal dari kas rumah sakit. Ini menunjukkan keseriusan kami dalam mendukung kebijakan pemerintah,” ujar dr Siti Khalimah.

Gedung baru tersebut nantinya akan memiliki 435 tempat tidur (bed) untuk pelayanan rawat inap standar. Sebenarnya kapasitas gedung bisa mencapai 500 bed, namun sebagian ruang digunakan untuk layanan tambahan seperti fisioterapi dan pelayanan geriatri, sehingga jumlah bed disesuaikan.

“InsyaAllah pembangunan gedung selesai November 2025. Setelah itu kami akan langsung siapkan isinya—mulai dari bed, sofa bed, tirai, hingga perlengkapan lainnya—agar 1 Desember bisa langsung digunakan,” tambahnya.

Dengan beroperasinya gedung KRIS tersebut, total kapasitas tempat tidur RSMH akan meningkat menjadi 987 bed, dari sebelumnya sekitar 552 bed. "Harapannya, makin banyak pasien yang bisa terlayani dengan lebih nyaman dan setara," katanya.



KRIS Baru Diberlakukan Bertahap, Kelas 1 dan 2 Masih Mengacu Sistem Lama

Sampai saat ini, implementasi KRIS masih menunggu terbitnya regulasi turunan dari pemerintah pusat dan BPJS Kesehatan. Namun, berdasarkan instruksi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), rumah sakit vertikal seperti RSMH wajib menyelesaikan seluruh persiapan KRIS pada akhir November 2025.

Sambil menunggu aturan resmi, RSMH tetap memberikan pelayanan rawat inap sesuai aturan lama. Pasien kelas 3 BPJS Kesehatan sudah mulai mendapatkan layanan setara standar KRIS. Sedangkan untuk kelas 2 dan 1, pelayanan masih mengacu pada sistem kelas yang lama.

“Jadi pasien kelas 1 dan 2 tetap kami layani sesuai kelasnya masing-masing. Sementara KRIS kami prioritaskan dulu untuk kelas 3,” tutur dr Siti Khalimah.



Pelayanan Eksklusif Masih Berjalan

Di luar layanan KRIS, RSMH Palembang juga masih menjalankan pelayanan eksklusif di Graha Eksekutif, yang diperuntukkan bagi pasien VIP hingga Presiden Suite. “Harapannya ke depan, Graha Eksekutif hanya melayani pasien VIP, VVIP, dan Presiden Suite saja. Namun, saat ini belum memungkinkan karena jumlah pasien BPJS Kesehatan kami masih mencapai 87 persen dari total pasien rawat inap,” ujarnya.

Ia merinci, saat ini tersedia 19 kamar VIP, 8 kamar VVIP, dan 1 kamar Presiden Suite. Sementara kamar kelas 1 tersedia 40 kamar, dari yang awalnya hanya 20 kamar. Beberapa kamar VIP dialihkan menjadi kelas 1 dengan kapasitas dua tempat tidur.



Baru 39,6 Persen RS Siap KRIS Secara Nasional

Meski KRIS telah diwacanakan sejak lama, implementasinya terus mengalami penundaan. Selain belum adanya regulasi final, tantangan anggaran menjadi kendala utama, terutama bagi rumah sakit yang belum memiliki infrastruktur memadai.

Analis Jaminan Pelayanan Kesehatan Kedeputian Wilayah III BPJS Kesehatan, Rika Rodiah SFarm Apt AAAK, menjelaskan bahwa hingga 16 Mei 2025, baru 968 rumah sakit (39,6%) dari total 2.443 rumah sakit yang telah memenuhi seluruh standar implementasi KRIS.

Sementara itu, 739 rumah sakit (30,2%) baru memenuhi sebagian kriteria, dan 736 rumah sakit (30,1%) lainnya belum mengimplementasikan KRIS sama sekali.

Dari total 167.992 tempat tidur, baru 69.291 bed (41,2%) yang memenuhi standar KRIS. Sebanyak 63.712 bed (37,9%) baru memenuhi sebagian kriteria, dan 34.989 bed (20,8%) belum menerapkan standar sama sekali.

“Rumah sakit milik pemerintah minimal harus sudah mencapai 60 persen kesiapan. Karena itu, pembangunan dan transformasi layanan KRIS harus dikejar,” ungkap Rika.



12 Indikator Standar KRIS

Sebagai upaya pemerataan layanan rawat inap bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), KRIS menghapus sistem kelas 1, 2, dan 3 dan menggantinya dengan standar tunggal yang adil dan bermartabat. Setiap rumah sakit yang ingin melayani pasien JKN diharuskan memenuhi 12 standar pelayanan KRIS, yaitu:

1.      Komponen bangunan (struktur dan keamanan)

2.      Ventilasi udara

3.      Pencahayaan alami dan buatan

4.      Kelengkapan tempat tidur

5.      Suhu ruangan

6.      Pengaturan ruang pasien

7.      Kepadatan ruang

8.      Tirai/partisi antar pasien

9.      Kamar mandi dalam

10.  Outlet oksigen

11.  Bel panggilan pasien

12.  Stop kontak di sisi tempat tidur

.   

“Tidak semua rumah sakit sanggup memenuhi 12 standar ini dalam waktu cepat karena keterbatasan anggaran dan infrastruktur,” tutur Rika.



Sumsel: 85 RS Sudah Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan

Secara nasional, dari 3.240 rumah sakit di Indonesia, sebanyak 2.591 rumah sakit (79,9%) telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Rinciannya adalah 1.035 RS pemerintah dan 1.556 RS swasta.

Khusus di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), 85 dari 90 rumah sakit telah menjadi mitra BPJS Kesehatan. Namun kesiapan implementasi KRIS di masing-masing rumah sakit masih bervariasi, bergantung pada kemampuan memenuhi 12 indikator standar tersebut.



Penutup: Menuju Pelayanan Inap yang Lebih Setara dan Berkualitas

Dengan komitmen besar RSMH Palembang dan rumah sakit lainnya dalam menyukseskan KRIS, diharapkan transformasi layanan rawat inap di Indonesia semakin setara, adil, dan berkualitas. Pembangunan infrastruktur baru, peningkatan fasilitas, dan perbaikan sistem menjadi tonggak penting dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan nasional.

“Kami berharap, dengan semua standar KRIS ini terpenuhi, pasien akan merasa lebih nyaman, aman, dan mendapat layanan setara tanpa membedakan kelas,” tutup dr Siti Khalimah.




Doc Humas RSMH

Reporter/Editor: (Suhaimi)

Tanggal: Rabu, 4 September 2025

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tingkatkan Kesadaran Deteksi Dini Kanker Payudara RSMH Palembang Dukung Kegiatan Indonesia Goes Pink 2025

Tingkatkan Kesadaran Deteksi Dini Kanker Payudara RSMH Palembang Dukung Kegiatan Indonesia Goes Pink 2025     Palembang, 26 Oktober 2025 — Dalam rangka memperingati Bulan Kesadaran Kanker Payudara atau Breast Cancer Awareness Month , komunitas Lovepink Wilayah Palembang menyelenggarakan kegiatan Indonesia Goes Pink (IGP) 2025 pada Minggu (26/10) di kawasan Kambang Iwak Palembang . Kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye edukatif nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini kanker payudara serta penerapan gaya hidup sehat.   RSUP Dr. Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini dengan membuka layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi peserta, meliputi pemeriksaan gula darah, kolesterol, dan asam urat . Partisipasi RSMH menjadi bentuk nyata komitmen rumah sakit dalam mendukung kegiatan promotif dan preventif di masyarakat, sejalan dengan misi rumah sakit sebagai pusat ruj...

Perdami Sumsel Gelar Bakti Sosial Operasi Katarak di RSMH Palembang

Perdami Sumsel Gelar Bakti Sosial Operasi Katarak di RSMH Palembang Dalam Rangka HKN dan World Sight Day 2025   Palembang – Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) dan World Sight Day 2025 , Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Sumatera Selatan bersama berbagai pihak menggelar kegiatan Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr. Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang . Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, yakni pada 25–26 Oktober 2025 , dengan jumlah peserta sebanyak 85 pasien dari berbagai wilayah di Provinsi Sumatera Selatan.   Kegiatan sosial ini merupakan hasil kolaborasi antara Perdami Sumsel , dr Kemensos melalui Sentra Budi Perkasa Palembang , Karang Taruna , serta Asia Muslim Charity Foundation (AMCF) nya Dukungan penuh juga diberikan oleh manajemen RSUP dr. Mohammad Hoesin Palembang yang menyediakan fasilitas, ruang operasi, serta dukungan teknis dan logistik bagi kelancaran kegiatan.   ...

RSMH Palembang Gelar Pemeriksaan Kebugaran ASN

  RSMH Palembang Gelar Pemeriksaan Kebugaran ASN    RSMH Palembang, – RS Dr. M. Hoesin Palembang sejak 11 April 2025 s/d  17 april 2025     melaksanakan kegiatan pemeriksaan kebugaran bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Kegiatan ini dalam rangka meningkatkan kesehatan dan kebugaran pegawai. Ini merupakan pelaksanaan tahap pertama di triwulan kedua tahun 2025, yang dilaksanakan di Aula Lantai 1 Gedung Utama RSMH Palembang. Kegiatan ini menindaklanjuti Surat Sekretaris Jenderal Pelayanan Kesehatan Nomor KP.05.05/A/62/2025, tertanggal 09 Januari 2025, mengenai pengukuran kebugaran bagi ASN di lingkungan Kementerian Kesehatan. Pemeriksaan ini diikuti oleh lebih dari 1800 lebih pegawai RSMH Palembang, yang terdiri dari PNS dan PPPK. Pemeriksaan kebugaran yang dilakukan mencakup serangkaian pengukuran kesehatan dasar, antara lain pengukuran gula darah, kolesterol, asam urat, tekanan darah, serta indeks massa tubuh (berat badan, tinggi badan, dan lingkar pin...