RSMH Palembang Berhasil Lakukan Operasi
Kasus Kehamilan Langka: Satu Telur,
Dua Nasib Berbeda
Kasus Kehamilan Langka: Satu Telur, Dua Nasib Berbeda
Dokter
Spesialis Obstetri dan Ginekologi Subspesialis Fetomaternal RSMH Palembang, dr. Nuswil Bernolian, SpOG, Subsp.KFM, MARS,
menjelaskan bahwa kondisi tersebut merupakan salah satu komplikasi dari
kehamilan kembar satu telur atau monokorionik kehamilan yang dalam
istilah awam muncul dari satu sel telur yang membelah.
“Kehamilan
kembar satu telur itu lebih berisiko mengalami kelainan pada salah satu atau
kedua janin,” jelas dr. Nuswil. “Kasus ini termasuk langka. Pasien ini
merupakan rujukan dari sejawat dan setelah pemeriksaan, kita diagnosis sebagai TRAPS
(Twin Reverses Arterial Perfusion Syndrome) atau bahasa lainnya Acardiac Twin
dengan salah satu janinnya mengalami kondisi Acardiac Twin. Janin yang tidak berkembang ini tidak memiliki
kepala dan jantung, namun tetap mendapatkan aliran darah dari janin normal.”
Dalam
kondisi ini, janin yang normal memompa darah bukan hanya untuk dirinya sendiri,
tetapi juga untuk ‘janin acardiac’ yang tidak memiliki fungsi organ. Jika
dibiarkan, janin normal akan mengalami kelebihan beban sehingga berisiko
mengalami gagal jantung dan meninggal dalam kandungan. Karena itu, intervensi
medis diperlukan untuk memutus aliran darah yang tidak seharusnya terjadi.
Operasi Laser Fetoscopy: Upaya Penyelamatan Janin Normal
Untuk
menangani kasus yang kompleks ini, RSMH Palembang bekerja sama dengan Tim Pengampuan RSAB Harapan Kita Jakarta,
yang terdiri dari Dr. dr. Irvan Adenin, SpOG, Subsp.KFM dan dr. Sadina
Pramuktini, SpOG, Subsp.KFM. Bersama tim fetomaternal RSMH, mereka melakukan
tindakan laser fetoscopy, yakni prosedur bedah pada janin dalam
kandungan dengan menggunakan kamera kecil (fetoskop) dan sinar laser.
“Kami
melakukan tindakan laser atau radiofrekuensi untuk memutus pembuluh darah yang
mengalirkan darah dari janin sehat ke janin yang tidak normal,” terang dr.
Nuswil. “Dengan mematikan aliran darah tersebut, janin acardiac tidak lagi
mengambil suplai darah dari janin yang normal. Aliran darah dari plasenta
kemudian hanya difokuskan untuk janin normal sehingga peluang hidupnya
meningkat.”
Prosedur
ini dilakukan melalui sayatan kecil pada dinding perut dan rahim ibu. Dengan
panduan kamera, dokter mengidentifikasi pembuluh darah yang menghubungkan kedua
janin dan kemudian menutupnya menggunakan laser. Tindakan ini membutuhkan
ketelitian tinggi, peralatan canggih, serta pengalaman medis khusus dalam
bidang fetomaternal.
Kasus Kedua di Palembang, Bukti Kemajuan Layanan
Fetomaternal
Menurut dr. Nuswil, kasus seperti ini sangat jarang. “Di Palembang saja, ini baru kasus kedua yang kami tangani. Terakhir, kami melakukan tindakan serupa pada tahun lalu,” ujarnya.
Keberhasilan
operasi ini menunjukkan bahwa RSMH Palembang telah memiliki kemampuan teknologi
dan sumber daya manusia setara pusat layanan fetomaternal nasional. Saat ini
RSMH telah dilengkapi alat Fetoscopy Laser, sebuah fasilitas
medis yang hanya dimiliki beberapa rumah sakit di Indonesia.
“Kami
berharap keberadaan alat ini memberi kemanfaatan besar bagi masyarakat Sumatera
Selatan,” kata dr. Nuswil. “Terutama untuk kasus-kasus kehamilan kembar satu
telur dengan risiko tinggi, seperti janin kembar dengan kelainan, kelebihan air
ketuban, atau kondisi lain yang dapat membahayakan ibu dan janin.”
Harapan Baru untuk Kehamilan Berisiko Tinggi
Keberhasilan
tindakan laser fetoscopy ini memberi harapan besar bagi keluarga pasien dan
menjadi tonggak kemajuan baru bagi layanan fetomaternal di Sumatera Selatan.
Prosedur ini bukan hanya menyelamatkan janin normal, tetapi juga menekan risiko
komplikasi berat pada ibu.
Doc HumasSuhaimi www.rsmh.co.id





Komentar
Posting Komentar