Langsung ke konten utama

Kasus Kehamilan Langka: Satu Telur, Dua Nasib Berbeda

RSMH Palembang Berhasil Lakukan Operasi

Kasus Kehamilan Langka: Satu Telur, Dua Nasib Berbeda

 

Palembang — RSUP Dr. Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang kembali mencatatkan prestasi membanggakan dalam dunia kedokteran fetomaternal di Indonesia. Pada Kamis, 27 November 2025, tim dokter RSMH berhasil melakukan tindakan operasi laser fetoscopy pada kasus Acardiac Twins, salah satu kelainan kehamilan yang sangat jarang terjadi. Prosedur ini termasuk tindakan medis berteknologi tinggi yang selama ini hanya dapat dikerjakan di beberapa pusat layanan kesehatan terpilih di Indonesia.

Kasus yang ditangani kali ini melibatkan seorang ibu hamil dengan usia kehamilan sekitar 6,5 bulan (±26 minggu). Kehamilan tersebut merupakan kehamilan kembar, namun salah satu janin berkembang secara normal, sementara janin lainnya mengalami kondisi yang disebut Acardiac Twin, yaitu janin tanpa bentuk tubuh yang lengkap, tanpa kepala, dan tanpa jantung. Akibat kelainan itu, janin tidak memiliki kemampuan hidup mandiri dan sepenuhnya bergantung pada aliran darah dari janin yang normal.

Kasus Kehamilan Langka: Satu Telur, Dua Nasib Berbeda

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Subspesialis Fetomaternal RSMH Palembang, dr. Nuswil Bernolian, SpOG, Subsp.KFM, MARS, menjelaskan bahwa kondisi tersebut merupakan salah satu komplikasi dari kehamilan kembar satu telur atau monokorionik kehamilan yang dalam istilah awam muncul dari satu sel telur yang membelah.

“Kehamilan kembar satu telur itu lebih berisiko mengalami kelainan pada salah satu atau kedua janin,” jelas dr. Nuswil. “Kasus ini termasuk langka. Pasien ini merupakan rujukan dari sejawat dan setelah pemeriksaan, kita diagnosis sebagai TRAPS (Twin Reverses Arterial Perfusion Syndrome) atau bahasa lainnya Acardiac Twin dengan salah satu janinnya mengalami kondisi Acardiac Twin. Janin yang tidak berkembang ini tidak memiliki kepala dan jantung, namun tetap mendapatkan aliran darah dari janin normal.”

Dalam kondisi ini, janin yang normal memompa darah bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk ‘janin acardiac’ yang tidak memiliki fungsi organ. Jika dibiarkan, janin normal akan mengalami kelebihan beban sehingga berisiko mengalami gagal jantung dan meninggal dalam kandungan. Karena itu, intervensi medis diperlukan untuk memutus aliran darah yang tidak seharusnya terjadi.

 

Operasi Laser Fetoscopy: Upaya Penyelamatan Janin Normal

Untuk menangani kasus yang kompleks ini, RSMH Palembang bekerja sama dengan Tim Pengampuan RSAB Harapan Kita Jakarta, yang terdiri dari Dr. dr. Irvan Adenin, SpOG, Subsp.KFM dan dr. Sadina Pramuktini, SpOG, Subsp.KFM. Bersama tim fetomaternal RSMH, mereka melakukan tindakan laser fetoscopy, yakni prosedur bedah pada janin dalam kandungan dengan menggunakan kamera kecil (fetoskop) dan sinar laser.

“Kami melakukan tindakan laser atau radiofrekuensi untuk memutus pembuluh darah yang mengalirkan darah dari janin sehat ke janin yang tidak normal,” terang dr. Nuswil. “Dengan mematikan aliran darah tersebut, janin acardiac tidak lagi mengambil suplai darah dari janin yang normal. Aliran darah dari plasenta kemudian hanya difokuskan untuk janin normal sehingga peluang hidupnya meningkat.”

Prosedur ini dilakukan melalui sayatan kecil pada dinding perut dan rahim ibu. Dengan panduan kamera, dokter mengidentifikasi pembuluh darah yang menghubungkan kedua janin dan kemudian menutupnya menggunakan laser. Tindakan ini membutuhkan ketelitian tinggi, peralatan canggih, serta pengalaman medis khusus dalam bidang fetomaternal.

 

Kasus Kedua di Palembang, Bukti Kemajuan Layanan Fetomaternal

Menurut dr. Nuswil, kasus seperti ini sangat jarang. “Di Palembang saja, ini baru kasus kedua yang kami tangani. Terakhir, kami melakukan tindakan serupa pada tahun lalu,” ujarnya.

Keberhasilan operasi ini menunjukkan bahwa RSMH Palembang telah memiliki kemampuan teknologi dan sumber daya manusia setara pusat layanan fetomaternal nasional. Saat ini RSMH telah dilengkapi alat Fetoscopy Laser, sebuah fasilitas medis yang hanya dimiliki beberapa rumah sakit di Indonesia.

“Kami berharap keberadaan alat ini memberi kemanfaatan besar bagi masyarakat Sumatera Selatan,” kata dr. Nuswil. “Terutama untuk kasus-kasus kehamilan kembar satu telur dengan risiko tinggi, seperti janin kembar dengan kelainan, kelebihan air ketuban, atau kondisi lain yang dapat membahayakan ibu dan janin.”

 

Harapan Baru untuk Kehamilan Berisiko Tinggi

Keberhasilan tindakan laser fetoscopy ini memberi harapan besar bagi keluarga pasien dan menjadi tonggak kemajuan baru bagi layanan fetomaternal di Sumatera Selatan. Prosedur ini bukan hanya menyelamatkan janin normal, tetapi juga menekan risiko komplikasi berat pada ibu.

Dengan semakin lengkapnya sarana dan meningkatnya kompetensi tim medis, RSMH Palembang menegaskan komitmennya sebagai rumah sakit rujukan regional yang mampu menangani kasus-kasus kompleks dan langka. Masyarakat Sumatera Selatan kini tidak perlu lagi jauh-jauh ke luar daerah untuk mendapatkan layanan fetomaternal tingkat lanjut yang tentunya harus didukung dengan tenaga profesional yang terlatih. Keberadaan fasilitas modern serta kolaborasi multidisiplin


Doc HumasSuhaimi  www.rsmh.co.id

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RSMH Palembang Luncurkan Layanan Stem Cell

RSMH Palembang Luncurkan Layanan Stem Cell Untuk Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Modern   RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang resmi meluncurkan layanan stem cell atau terapi sel punca dalam sebuah acara yang digelar di Graha Eksekutif RSMH Palembang, Senin (19/5). Peluncuran layanan ini menjadi tonggak baru dalam pengembangan pelayanan kesehatan modern di Sumatera Selatan, sekaligus mempertegas komitmen rumah sakit sebagai pusat rujukan nasional dalam menghadirkan layanan medis berbasis teknologi dan bukti ilmiah.   Acara launching tersebut dihadiri langsung oleh Direktur Utama RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang, dr. Siti Khalimah , SpKJ, MARS didampingi jajaran direksi dan pejabat di lingkungan RSMH Palembang. Turut hadir Wakil Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Selatan, Hj. Lidyawati Cik Ujang , Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Dr. Trisnawarman , Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Ny. Andie Dinialdie , serta sejumlah tamu undangan lainnya dari kalang...

Tingkatkan Kesadaran Deteksi Dini Kanker Payudara RSMH Palembang Dukung Kegiatan Indonesia Goes Pink 2025

Tingkatkan Kesadaran Deteksi Dini Kanker Payudara RSMH Palembang Dukung Kegiatan Indonesia Goes Pink 2025     Palembang, 26 Oktober 2025 — Dalam rangka memperingati Bulan Kesadaran Kanker Payudara atau Breast Cancer Awareness Month , komunitas Lovepink Wilayah Palembang menyelenggarakan kegiatan Indonesia Goes Pink (IGP) 2025 pada Minggu (26/10) di kawasan Kambang Iwak Palembang . Kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye edukatif nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini kanker payudara serta penerapan gaya hidup sehat.   RSUP Dr. Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini dengan membuka layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi peserta, meliputi pemeriksaan gula darah, kolesterol, dan asam urat . Partisipasi RSMH menjadi bentuk nyata komitmen rumah sakit dalam mendukung kegiatan promotif dan preventif di masyarakat, sejalan dengan misi rumah sakit sebagai pusat ruj...

Upacara Peringatan HKN Ke 61 di RSMH

  Upacara Peringatan HKN   ke-61 di RSMH Wujudkan “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat ”   Rumah Sakit Dr. Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang menggelar upacara peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 pada Rabu (12/11/2025) di halaman parkir gedung utama RSMH Palembang. Upacara ini dipimpin langsung oleh Direktur Utama RSMH Palembang, dr. Siti Khalimah, SpKJ., MARS , yang bertindak sebagai inspektur upacara. Pelaksanaan HKN tahun ini mengusung tema “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat” , yang menjadi pengingat penting bagi seluruh tenaga kesehatan, pegawai rumah sakit, serta masyarakat luas tentang pentingnya menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan bangsa. Dalam suasana khidmat, seluruh peserta upacara yang terdiri atas jajaran direksi, staf medis, perawat, serta pegawai non-medis mengikuti jalannya kegiatan dengan penuh semangat dan kebersamaan.   Dalam kesempatan tersebut, dr. Siti Khalimah membacakan sambutan resmi Menteri Kesehatan Republik Indones...