Langsung ke konten utama

World Sepsis Day 2026, RSMH Palembang Pecahkan Rekor MURI Lewat Pelatihan BHD bagi Pelari

World Sepsis Day 2026, RSMH Palembang

Pecahkan Rekor MURI Lewat Pelatihan BHD bagi Pelari

 


Dalam rangka memperingati World Sepsis Day 2026, Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang menggelar kegiatan Sepsis Run 2026 di Stadion Bumi Sriwijaya, Palembang, Minggu (13/9/2026). Kegiatan berlangsung meriah dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat, khususnya para peserta yang mengikuti lomba lari dengan berbagai kategori jarak.

 

 

Kegiatan tersebut turut mendapat dukungan dari Polda Sumatera Selatan serta sejumlah sponsor. Selain menjadi ajang olahraga dan kampanye kesehatan, Sepsis Run 2026 juga menjadi momentum untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai sepsis serta pentingnya kemampuan memberikan pertolongan pertama pada kondisi kegawatdaruratan.

 

 

 

Salah satu catatan penting dalam gelaran tersebut adalah keberhasilan RSMH Palembang memecahkan Rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) melalui kegiatan pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) dengan kategori jumlah peserta pelari marathon terbanyak.

 

 

Peserta lari 1500 orang, dan pelari peserta pelatihan BHD 835  orang yang telah menyelesaikan lomba lari, baik pada jarak 5 kilometer maupun 10 kilometer, mengikuti pelatihan BHD. Mereka mendapatkan pembekalan langsung dari sekitar 40 instruktur BHD yang berasal dari RSMH Palembang.

 

 

Ketua Panitia Sepsis Run 2026, Dr. dr. Zulkifli, Spesialis Anestesi, menjelaskan bahwa pelatihan BHD bagi masyarakat awam, termasuk para pelari, pada prinsipnya memiliki dasar yang sama dengan pelatihan yang diberikan kepada tenaga kesehatan. Hal yang paling utama adalah memastikan keselamatan penolong dan korban, meminta bantuan kepada pihak yang berkompeten, serta sesegera mungkin melakukan tindakan pertolongan yang tepat.

 

 

Menurutnya, ketika seseorang menemukan korban yang membutuhkan pertolongan, langkah awal yang harus dilakukan adalah mencari bantuan. Setelah itu, apabila kondisi memungkinkan dan tempat kejadian aman, penolong dapat segera melakukan pijat jantung atau kompresi dada.

 

 

“Secara garis besar, pelatihan BHD untuk pelari marathon awam ini hampir sama dengan pelatihan untuk tenaga kesehatan, yaitu mengutamakan mencari bala bantuan ke pihak yang berkompeten dan sesegera mungkin melakukan pijat jantung dengan posisi yang tepat,” ujar Zulkifli. Ia menjelaskan, kompresi dada harus dilakukan dengan kecepatan sekitar 100 hingga 120 kali dalam satu menit. Namun, tindakan tersebut tetap harus memperhatikan kondisi lingkungan sekitar. Penolong tidak boleh mengabaikan faktor keselamatan ketika memberikan pertolongan.

“Yang tentu saja harus dilakukan di tempat yang aman, misalnya di pinggir jalan, jangan di tengah jalan,” katanya.

 

 

Hal lain yang menjadi perhatian dalam pelatihan tersebut adalah pemahaman masyarakat awam mengenai pemberian napas bantuan. Zulkifli menjelaskan bahwa masyarakat yang tidak memiliki kompetensi atau pelatihan khusus tidak harus melakukan pernapasan buatan dari mulut ke mulut. Dalam kondisi tertentu, kompresi dada saja dapat dilakukan sambil menunggu bantuan dari tenaga yang lebih kompeten.

 

 

Pelatihan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial dalam rangka memperingati World Sepsis Day, tetapi juga memberikan keterampilan praktis yang dapat digunakan masyarakat ketika menghadapi situasi kegawatdaruratan di lingkungan sekitar.

 

 

Pemilihan pelari sebagai peserta pelatihan juga dinilai memiliki nilai strategis. Para pelari merupakan kelompok masyarakat yang aktif melakukan kegiatan fisik dan kerap mengikuti kegiatan olahraga dengan jumlah peserta yang besar. Dengan memberikan edukasi BHD kepada mereka, diharapkan semakin banyak masyarakat yang memiliki kemampuan dasar untuk memberikan pertolongan ketika terjadi kondisi darurat.

 

 

Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa kampanye mengenai sepsis tidak hanya berbicara tentang penanganan di rumah sakit, tetapi juga mengenai pentingnya respons cepat sejak kondisi kegawatdaruratan terjadi di masyarakat.

Sepsis merupakan kondisi kegawatdaruratan medis yang membutuhkan pengenalan dan penanganan secara cepat. Karena itu, peningkatan kesadaran masyarakat mengenai tanda-tanda kegawatdaruratan serta pentingnya segera mencari pertolongan medis menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan keselamatan pasien.

 

 

Melalui Sepsis Run 2026, pesan tersebut dikemas dalam kegiatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Para peserta tidak hanya diajak berolahraga, tetapi juga memperoleh pengetahuan mengenai tindakan penyelamatan yang dapat dilakukan dalam kondisi darurat.

 

 

www.rsmh.co.id doc.suhaimihumas

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pembekalan Pelayanan Prima dan Orientasi Corporate Bagi Peserta Didik PPDS FK Unsri di RSMH Palembang

  Pembekalan Pelayanan Prima dan Orientasi Corporate  Bagi Peserta Didik PPDS FK Unsri di RSMH   Palembang RSUP Dr. Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang kembali menyelenggarakan kegiatan  Pembekalan Pelayanan Prima dan Orientasi Corporate bagi Peserta Didik Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (FK Unsri) . Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal  15–18 September 2026  bertempat di Gedung Graha Eksekutif Lantai 8 RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Kegiatan pembekalan dan orientasi tersebut diikuti oleh sebanyak  94 peserta didik Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Spesialis 1 dan Spesialis 2 (PPDS 1 dan PPDS 2) Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya periode Juli 2026 . Para peserta didik yang mengikuti kegiatan ini terdiri atas 75 orang peserta didik Program Pendidikan Dokter Spesialis 1 (PPDS Sp1), 11 orang peserta didik Program Pendidikan Dokter Spesialis 2 Penyakit Dalam (Sp2), serta 8 orang p...

RSMH Palembang Luncurkan Layanan Stem Cell

RSMH Palembang Luncurkan Layanan Stem Cell Untuk Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Modern   RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang resmi meluncurkan layanan stem cell atau terapi sel punca dalam sebuah acara yang digelar di Graha Eksekutif RSMH Palembang, Senin (19/5). Peluncuran layanan ini menjadi tonggak baru dalam pengembangan pelayanan kesehatan modern di Sumatera Selatan, sekaligus mempertegas komitmen rumah sakit sebagai pusat rujukan nasional dalam menghadirkan layanan medis berbasis teknologi dan bukti ilmiah.   Acara launching tersebut dihadiri langsung oleh Direktur Utama RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang, dr. Siti Khalimah , SpKJ, MARS didampingi jajaran direksi dan pejabat di lingkungan RSMH Palembang. Turut hadir Wakil Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Selatan, Hj. Lidyawati Cik Ujang , Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Dr. Trisnawarman , Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Ny. Andie Dinialdie , serta sejumlah tamu undangan lainnya dari kalang...

IAUI Subalu Gelar Rapat Kerja Tahunan, Perkuat Program dan Sinergi Organisasi

  IAUI Subalu Gelar Rapat Kerja Tahunan, Perkuat Program dan Sinergi Organisasi PALEMBANG — Ikatan Ahli Urologi Indonesia (IAUI) Wilayah Sumatera Selatan, Bangka Belitung, dan Bengkulu (Subalu) menggelar Rapat Kerja (Raker) di Hotel Excelton Palembang, Minggu, 16 Agustus 2026. Kegiatan tahunan ini menjadi momentum penting bagi jajaran pengurus untuk mengevaluasi pelaksanaan program kerja sekaligus menyusun dan menetapkan program serta prioritas kegiatan organisasi untuk periode berikutnya. Raker IAUI Subalu juga menjadi forum untuk menetapkan pembagian tugas dan tanggung jawab, memperkuat koordinasi, serta membangun sinergi antaranggota dalam mendukung tujuan organisasi dan peningkatan pelayanan urologi kepada masyarakat. Ketua Wilayah  IAUI Subalu, Dr. H. Marta Hendry, SpU(K), SubSp.Ped, MARS, menjelaskan bahwa sejumlah agenda strategis menjadi pembahasan dalam Raker IAUI Subalu kali ini. “Beberapa pembahasan umumnya mencakup laporan keuangan organisasi, laporan kegiatan del...