World Sepsis Day 2026, RSMH Palembang
Pecahkan
Rekor MURI Lewat Pelatihan BHD bagi Pelari
Kegiatan
tersebut turut mendapat dukungan dari Polda Sumatera Selatan serta sejumlah
sponsor. Selain menjadi ajang olahraga dan kampanye kesehatan, Sepsis Run 2026
juga menjadi momentum untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai sepsis
serta pentingnya kemampuan memberikan pertolongan pertama pada kondisi
kegawatdaruratan.
Salah
satu catatan penting dalam gelaran tersebut adalah keberhasilan RSMH Palembang
memecahkan Rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) melalui kegiatan pelatihan
Bantuan Hidup Dasar (BHD) dengan kategori jumlah peserta pelari marathon
terbanyak.
Peserta lari 1500 orang, dan pelari peserta pelatihan BHD 835 orang yang telah menyelesaikan lomba lari, baik pada jarak 5 kilometer
maupun 10 kilometer, mengikuti pelatihan BHD. Mereka mendapatkan pembekalan
langsung dari sekitar 40 instruktur BHD yang berasal dari RSMH Palembang.
Menurutnya,
ketika seseorang menemukan korban yang membutuhkan pertolongan, langkah awal
yang harus dilakukan adalah mencari bantuan. Setelah itu, apabila kondisi
memungkinkan dan tempat kejadian aman, penolong dapat segera melakukan pijat
jantung atau kompresi dada.
“Yang tentu saja harus dilakukan di
tempat yang aman, misalnya di pinggir jalan, jangan di tengah jalan,” katanya.
Hal
lain yang menjadi perhatian dalam pelatihan tersebut adalah pemahaman
masyarakat awam mengenai pemberian napas bantuan. Zulkifli menjelaskan bahwa
masyarakat yang tidak memiliki kompetensi atau pelatihan khusus tidak harus
melakukan pernapasan buatan dari mulut ke mulut. Dalam kondisi tertentu,
kompresi dada saja dapat dilakukan sambil menunggu bantuan dari tenaga yang
lebih kompeten.
Pelatihan
tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial dalam rangka
memperingati World Sepsis Day, tetapi juga memberikan keterampilan praktis yang
dapat digunakan masyarakat ketika menghadapi situasi kegawatdaruratan di
lingkungan sekitar.
Kegiatan
ini sekaligus menunjukkan bahwa kampanye mengenai sepsis tidak hanya berbicara
tentang penanganan di rumah sakit, tetapi juga mengenai pentingnya respons
cepat sejak kondisi kegawatdaruratan terjadi di masyarakat.
Sepsis
merupakan kondisi kegawatdaruratan medis yang membutuhkan pengenalan dan
penanganan secara cepat. Karena itu, peningkatan kesadaran masyarakat mengenai
tanda-tanda kegawatdaruratan serta pentingnya segera mencari pertolongan medis
menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan keselamatan pasien.
Melalui
Sepsis Run 2026, pesan tersebut dikemas dalam kegiatan yang lebih dekat dengan
masyarakat. Para peserta tidak hanya diajak berolahraga, tetapi juga memperoleh
pengetahuan mengenai tindakan penyelamatan yang dapat dilakukan dalam kondisi
darurat.
www.rsmh.co.id
doc.suhaimihumas


Komentar
Posting Komentar